Home » Bisnis » Senjata Dan Amunisi Buatan BUMN PT Pindad Bandung Indonesia

Perusahaan industri pertahanan milik BUMN yaitu PT Pindad (Persero) yang berlokasi di Bandung Indonesia dan berkantor pusat di Jalan Gatot Subroto. Untuk saat ini Adik Soedarsono menjabat sebagai Direktur Utamanya. Produk utama yang diproduksi adalah senjata ringan dan berat, amunisi dan kendaraan tempur, serta beberapa produk untuk kereta api dan generator listrik.

Kebangkitan pabrik senjata dan kendaraan tempur Pindad tidak lepas dari pengaruh dua orang, yaitu Mantan Presiden RI BJ Habibie dan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dimana, pada tahun 1983, Habibie membangun dan meletakkan konsep pengembangan industri senjata dan produk non senjata, hingga kemampuan Pindad lebih banyak berkiblat pada Eropa.

BJ Habibie pada tahun 1983 memberikan teknologi untuk militer dan komersial kepada Pindad, Sehingga untuk sekarang ini, Pindad mampu memproduksi beberapa barang, dimana hanya Pindad lah yang mampu memproduksi barang seperti itu di Indonesia, seperti Brake Couploing untuk kereta atau generator listrik, motor traksi untuk KRL, dan teknologi air brake untuk kereta api.

Selain Habibie, Jusuf Kalla adalah sosok penting yang membantu penyelamatan dan pengembangan Pindad dari masa susah pasca krisis ekonomi 1998. Pada 2007 JK datang ke kantor Pindad, JK melihat potensi yang besar pada Pindad, tapi melihat tidak maksimalnya kemampuan Pindad, padahal memilki sumber daya dan kapasitas produksi yang mumpuni.

Akhirnya JK kala itu, memberi order senilai Rp 1 Triliun lebih untuk membuat Panser ANOA 6×6 untuk TNI, padahal TNI kala itu tidak memberikan order ke Pindad. Hingga ketika JK bilang bahwa TNI membutuhkan panser, dan JK enggak ngomong ke TNI bahwa pansernya dari Pindad. Jadi waktu TNI dikasih perintah, TNI sempat berpikir tentang kualitas bagus atau jelek panser buatan Pindad. Ternyata TNI sangat puas dengan Panser ANOA. Disitulah titik awal kebangkitan Pindad yang selama 10 setahun sejak krisis 1998 kurang diberdayakan dan diperhatikan..

Sekarang TNI sudah memakai 230 ANOA, dan masih beberapa puluh unit lagi yang belum selesai dibuat.

Senjata dan Amunisi Buatan Pindad

Beberapa produk senjata dan amunisi buatan Pindad yang dulu diragukan kualitasnya selama puluhan tahun lamanya, bahkan TNI hanya menganggap sebelah mata terhadap produk senjata dan amunisi Pindad. Tapi produk senjata dan amunisi Pindad sekarang sudah di klaim mengikuti standar dari NATO.

Kini dan sekarang, Pindad yang memiliki visi dan misi untuk melayani TNI dan Polri, sudah menghasilkan produk senjata kelas dunia, berkat standar dan kualitas tinggi yang diterapkan Pindad. Bahkan pindad harus bekerja 24 jam untuk memproduksi senjata dan amunisi untuk memenuhi pesanan dari dalam dan luar negeri. Pindad juga sering menolak pesanan untuk produk tertentu karena sudah kebanjiran order.

Karena kemampuannya itu, produksi senjata dan amunisi Pindad sudah diakui oleh Asean dan Amerika Serikat. Bahkan tahun 2011 kemarin, AS menggunakan amunisi buatan Pindad Bandung, sedangkan Australia mulai menggunakan amunisi buatan Pindad pada tahun 2012. Produk amunisi yang digunakan AS dan Australia memang masih untuk kaliber yang kecil-kecil saja. Dan semua negara Asean sudah menggunakan produk dari Pindad.

Produk senjata dan amunisi buatan Pindad

Varian produk buatan pindad sangat beragam, mulai dari peluru kaliber kecil hingga besar, peluru tajam, mortir dan granat. Selain amunisi, senapan serbu SS1 buatan pindad juga diakui negara lain, bahkan beberapa negara menggunakan senjata senapan SS1 berbagai varian buatan Pindad seperti SS1-V1, SS1-V2, SS1-V5, SS1-M1, SS1-R5,

indeximagesSS1

Produk SS1 aslinya bernama FNC, berlisensi dan berasal dari Belgia, produk FNC Belgia dan SS1 Pindad itu barangnya sama. Ada negara seperti Nigeria yang membeli FNC dari Belgia, ketika mereka ingin nambah, pesennya SS1 ke Pindad.

Sementara senapan serbu SS2 asli buatan Pindad Bandung mengacu pada senapan M16 buatan Amerika, dan salah satu senapan terpopuler di dunia AK-47 buatan Rusia. Sementara PM2 versi Pindad mengadopsi senapan anti teror MP5, pasukan SWAT, PM2 juga terdapat varian PM2-V1 dan PM2-V2.

indexss2indexss222SS2-Pindad

indexpm2indexpm22 PM2

Untuk SS2 yang asli buatan Pindad, memiliki 4 varian yaitu SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5. Pada konsep awalnya, SS2 dirancang untuk memiliki kemampuan dan unggul dari M16 dan AK47. Keunggulan SS2 itu lebih ringan dari AK47, M16, dan AR15 Italia, dan secara akurasi SS2 ada di tengah-tengah AK dan M16.

SS2 buatan Pindad ini, mengadopsi dari sekitar 30 komponen senapan yang dimiliki oleh SS1. Saat ini, di dalam senjata serbu ini, memiliki 135 komponen atau lebih dikit daripada komponen SS1. SS2 diproduksi baru tahun 2006, sedangkan SS1 lisensi Belgia tahun 1998. Untuk harga SS2 dijual sekitar Rp 8 juta per unitnya.

Selain unggul dari sisi konsep dan desain, SS2 made in Bandung ini, terbukti mampu unggul di dalam kejuaraan menembak militer level internasional. Dengan SS2 dan pistol G2, TNI mampu menjadi juara umum menggalahkan negara-negara ASEAN dan negara lain yang rata-rata menggunakan senjata jenis AK47 dan M16.

imagespg2imagespg22 G2

Jenis senjata lainnya yang dibuat oleh Pindad adalah, senapan mesin: SM-3, SM2-V2, SM2-V1. Meriam: ME-105 mm Howitzer. Senjata genggam: Revolver, Pistol G2 Combat, Pistol G2 Elite, Pistol P3-V1. Peluncur Mortir: MO-1, MO-2, MO-3.

indexsm3SM-3 indexsm2SM-2

indexME-105 indexMO1MO-1

Produk senapan sniper SPR-1, SPR-2, SPR-3 ala rambo juga diproduksi Pindad, untuk keperluan para penembak jitu alias sniper seperti yang tampak pada film Rambo IV. SPR-2 buatan Pindad mampu menembak hingga jarak 2.000 meter atau 2 kilometer. Kuatnya daya jangkau amunisi dan senjata SPR-2 ini karena menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 atau disebut kaliber 50 dengan kapasitas per magasin 5 peluru, yang merupakan senjata sniper terjauh buatan Pindad.

111342_cam00368SNIPER PINDAD

Senjata SPR-2 ini dilengkapi dengan peredam dan mampu menembus baja setebal 2 cm. Harganya, dibandrol Rp 138 juta per unit. Senjata ini, telah dijual sebanyak 110 pucuk kepada TNI termasuk untuk Kopassus TNI AD. Selain SPR-2, Pindad memproduksi varian lainnya yakni SPR-1 dan SPR-3, dengan daya tembak efektif 900 meter.

Untuk saat ini juga, Pindad tengah menjajaki penjualan senjata ke beberapa negara termasuk ke Irak. Negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura juga berminat membeli Panser ANOA 6X6 dan kendaraan tempur Komodo 4X4. Negara seperti Mozambik, Nepal dan Iran juga sedang dalam proses menjelang transaksi pemebelian produk senjata dan Panser ANOA 6×6 dan kendaraan tempur Komodo 4×4 buatan Pindad.

indexanoaimagesanoa6x6 ANOA 6×6

imageskomodo2indexkomodoKOMODO 4×4

sumber

Leave a Reply